Just another WordPress.com site


Pasti kita pernah dengar dengan tentang Kaum muhajirin dan Kaum Anshar, dua kaum yang dipertemukan Allah karena para Pengikut Nabi Muhammad SAW yang berada di Mekah (kaum Muhajirin) melakukan Hijrah tuk sementara waktu ke Madina (kaum Anshar) mereka bukan dari suku yang sama.. dengan perbedaan mereka tetap bisa menyatu dan saling menerima, Kaum anshar merupakan kaum yang menolong kaum muhajirin yang berdomisili di Madinah. Kaum Muhajirin sewaktu hijrah ke Madinah tidak membawa bekal yang cukup, apalagi memiliki rumah. Dengan pertolongan kaum Anshar, kaum Muhajirin dapat hidup dengan layak. Kaum anshar sangat menghargai dan menghormati kaum muhajirin. Kaum muhajirin yang datang dan menumpang ke keluarga anshar diterima dengan baik dan malah diberi sebagian hartanya, kaum muhajirin pun sangat menghargai keikhlasan kaum anshar.

Tidak sampai itu saja.. kita juga tidak pernah mendengar adanya permusuhan antara para ulama yg terkenal dengan mazhabnya mereka saling menghargai perbedaan pendapat diantara mereka tanpa perlu di ributkan dengan emosi tingkat tinggi hehehe..

Kawan.. Bangsa Indonesia ini pernah dalam selimut hitam yang diberi nama Penjajahan.. tapi hebatnya bangsa ini tidak berjuang dengan tujuan yang sama yaitu meraih kemerdekaan, mereka para pejuang kita membuang egoisme dan perbedaan pribadi demi tujuan yang besar yaitu KEMERDEKAAN !!

“Wahai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kalian dari seorang lelaki dan seorang perempuan serta menjadikan kalian berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kalian saling mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kalian di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa di antara kalian. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.” (Al-Hujurat: 13)

Di ayat itu mengambarkan begitu indahnya ciptaan Allah SWT .. Allah ciptakan perbedaan sebagai bentuk Fitrah tuk kita bisa saling mengenal satu sama lain, bayangkan jika Allah ciptakan warna hanya satu jenis saja.. atau Allah SWT menciptakan bunga dalam satu jenis bentuk dan satu warna saja, sungguh sangat hambarnya dunia ini.

Namun sebagian kita mungkin mengangap suatu perbedaan adalah kesalahan dan perlu disikapi dengan berlebihan.. perbedaan penetapan  tanggal  1 (satu) syawal sering kita lihat terlalu di dramatisasi oleh orang-orang yang mungkin baru sedikit mengerti seolah mengerti segalanya atau orang yang baru belajar dari satu guru tanpa coba memberi ruang pada ulama lain tuk menambah khasanah pemahaman ia.. padahal penetapan satu syawal yang dilakukan oleh Muhammadiyah maupun Nahdlatul Ulama mereka punya landasan masing-masing dan dapat dipertanggung jawabkan !!, atau masalah perbedaan dalam memahami sesuatu, itu seharusnya menjadi hal yang biasa selama itu rujukannya Al-quran dan Sunah.

secara pribadi saya tidak sepakat dengan pemahaman Liberal dan syiah dan beberapa pemahaman lain, hanya saja ketika saya berhadapan secara pribadi dengan orang tersebut saya akan memposisikan sebagai teman biasa tidak akan saja tunjuk-tunjuk wajahnya apalagi menghakimi atau mengkafir-kafirinya (karena saya tidak akan pernah mempunyai kapasitas untuk mengatakan kafir seseorang) kalau kita mampu cegahlah dengan pemikiran kita bukan kekerasan kita.. tau kah kawan secara psikologis semakin kita kerasi mereka semakin banyak yang menganggap mereka teraniaya dan semakin banyak yg akan simpatik kepadanya..kalau kita anggap mereka kurang pas maka cegahlah dengan pemikiran dan gagasan kita itu lebih menarik dan menurut saya lebih pas.

tidak hanya masalah Pemahaman.. masalah sosial sering kali menjadi permasalahan perbedaan warna kulit hingga asal daerah sering menjadi masalah dalam hidup ini.. perang antar kampung, perang antar suku dan banyak lagi.. padahal dulu para pejuang kita berjuang tidak bertanya asal daerah kita.. kita berjuang atas semangat satu yaitu mencari kemerdekaan bangsa ini lepas dari Penjajahan..

kita harus keluar dari sifat fanatik kedaerahan berfikirlah atas dasar kebersamaan dan kepentingan yang lebih besar yaitu kemajuan bangsa yang lebih baik walau dipimpin olehg rakyat papua sekalipun

so.. mari nikmati perbedaan sebagai warna,bumbu dalam hidup ini dengan banyak kita (termaksud saya tentunya) belajar tidak dari sudut pandang saja.. namun dari banyak sudut pandang karena ketika kita dibenturkan dengan sesuatu pemikiran baru kita akan lebih paham kenapa yg kita yakini itu benar dan akan selalu benar karena berlandasar inti pemahaman kita (al-quran dan sunah)

08 September 2011

BroHari

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Tag Cloud

%d bloggers like this: