Just another WordPress.com site

#Ahok -Fahri Hamzah-


ini kutipan Twit nya Bang Fahri Hamzah tentang Ahok

  1. Kesalahan ‪#Ahok karena dia minder dengan kelompoknya..merasa didiskriminasi oleh mayoritas.
  2. Lalu, karena minder itu, ‪#Ahok berlindung dibalik konstitusi yg memang anti diskriminasi.
  3. Konstitusi kita memang modern dan maju, pasca amandemen ke-4 maka hampir seluruh hak azasi manusia dibela. ‪#Ahok
  4. Dalam konstitusi kita, agama, suku, ras, warna kulit, golongan, dll dianggap sama di depan hukum dan pemerintahan. ‪#Ahok
  5. Masalahnya adalah kalau ada yg berpendapat seperti ‪#Ahokmenganggap agama di satu sisi tdk cocok dengan konstitusi kita.
  6. Sekali lagi, itu bukan pikiran yg sehat tapi suara yg muncul dari perasaan sempit dada. ‪#Ahok
  7. Sering saya katakan, agama dan karena-nya kitab suci tidak ada salahnya. Kok Tuhan bisa salah? ‪#Ahok
  8. Karenanya Agama adalah inspirasi terbaik bagi kehidupan. Baik pribadi maupun negara. ‪#Ahok
  9. Dan itu sudah terjadi di Indonesia. Karena dalam sejarah kita, tokoh2 agamalah juga yg menyusun dasar negara. ‪#Ahok
  10. Sekali lagi, problem bung ‪#Ahok adalah karena dia gelisah. Entah apa yg membuatnya terus cemas. ‪#Ahok
  11. Padahal, terpilihnya dia adalah sebuah capaian penting dalam demokrasi kita. ‪#Ahok
  12. Saya di sms oleh seorang tokoh: “awas, jika ‪#Ahok terpilih, itu pintu masuk orang Bali jadi presiden”.
  13. Lalu saya jawab singkat: “dan pintu masuk muslim memimpin Bali”. Dan dia diam. ‪#Ahok
  14. Jika kita mulai dewasa, kita akan mensyukuri perkembangan kita. Masalahnya memang pemimpinnya gak komit tegakkan hukum.‪#Ahok
  15. Sehingga kasus2 diskriminasi yg melanggar konstitusi masih dibiarkan. Dan negara nampak bimbang di depan preman. ‪#Ahok
  16. Dengan pikiran seperti itu, saudara ‪#Ahok akan gagal mengelola perbedaan. Sebab ia menganggap kitap suci itu ancaman.
  17. Pemimpin2 kerdil belakangan ini memang memiliki 2 penyakit: tidak paham agama dan konstitusi sekaligus. ‪#Ahok
  18. Indonesia ini tidak akan tegak jika agama dianggap masalah. Dan juga akan runtuh kalau konstitusi dibuang. ‪#Ahok
  19. Jika anda gagal melihat keduanya sebagai satu kesatuan, maka sebaiknya jangan dulu memimpin. ‪#Ahok
  20. Tetapi kalau anda sadar bahwa itu kekeliruan, maka segeralah koreksi. Anda masih punya waktu. ‪#Ahok
  21. .Sekian ‪#Ahok. Selamat berjuang terus.

@Fahrihamzah


            Suatu ketika andi seorang karyawan kantoran mendapat tugas oleh bosnya untuk membuat laporan tahunan yang rencananya laporan itu akan digunakan oleh bosnya untuk presentasi pada pimpinan Direksi 3 hari lagi, dengan semangat andi menerima amanah itu, sepanjang hari di tambah lembur dan berlanjut dirumah di tetap bekerja mengerjakan permintaan bosnya tersebut, dia mencari data-data pendukung kegiatan, keuangan sampai jumlah barang yang terjual oleh perusahaan tersebut selama kurung waktu satu tahun, dia buat perbandingan penjualan antara tahun yang membanggakan dan segala data pendukung lainnya untuk melengkapi permintaan bosnya dan Alhamdulillah pada hari yang sudah di tentukan dia sudah menyelesaikan Laporanya dan segera menghadap kepada bosnya, ketika menghadap bosnya dan ingin menyerahkan laporannya si bos berkata, “maaf andi laporannya tidak jadi, anto sudah membuatkannya jadi saya pake punya anto saja tuk laporan tahunannya”, begitu kagetnya andi usahanya selama ini tidak digunakan bahkan data yang digunakan adalah datanya sahabat kerjanya namun dengan senyum andi menjawab “baik pak tidak apa-apa ini saya tetap serahkan saja mungkin bisa melengkapi datanya anto” dengan senyum lega andi melangkah keluar ruangan si bos dan dalam hatinya dia mengsyukuri karena sebenarnya usaha dia selama 3 hari ini tidak sepenuhnya gagal dia banyak belajar dari 3 hari tersebut segala macam informasi yang tidak dia pahami dan menjadi ilmu baru bagi dia.

Dari Umar bin Khaththab RA, ia berkata : Saya mendengar Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya sah atau tidaknya suatu amal tergantung pada niat. Dan sesungguhnya setiap orang akan diberi balasan menurut niatnya. Dan barangsiapa yang berhijrah karena thaat kepada Allah dan Rasul-Nya, maka dia akan diberi balasan hijrahnya karena thaat kepada Allah dan Rasul-Nya. Dan barangsiapa yang berhijrah karena menginginkan keuntungan dunia yang akan didapatnya atau karena menginginkan wanita yang dia akan mengawininya, maka hijrahnya itu akan diberi balasan menurut niatnya dia berhijrah itu”. [HR. Bukhari dan Muslim]

      Yup semua selalu bermuara dari niat awal kita, ketika niat kita adalah mencari kekuasaan atau mencari muka maka ketika apa yang kita cari itu tidak berhasil maka sifat kecewa akan mengakar luas di hati kita, namun jika niat kita semata-mata karena ibadah kepada Allah.. maka apapun hasilnya kita serahkan pada Allah dan Ikhlas apapun itu hasilnya, cerita diatas mengambarkan memang bukan persoalan yang mudah meng Ikhlaskan sesuatu, saya pun masih belajar kawan.

    coba bayangkan jika si Andi menanggapi dengan emosi, atau dia memendam emosi didalam hatinya saja apakah akan merubah keputusan si bos ? atau jangan-jangan si andi akan lebih dibenci si bos dimarahi si bos, tapi andi tidak memilih jalan itu dia lebih memilih lebih memilih tetap menyerahkan laporannya mungkin saja si bos butuh sebagai data dukung laporannya anto dan selesai ^_^ ,  andi sadar menyikapi emosi tidak bernilai baik bagi dirinya dan pun belum tentu si bos akan menerima berkas laporannya, ia lebih memilih meng Ikhlaskan hasilnya kepada Allah dan memilih tidak kecewa karena kecewa ataupun tidak hasilnya tidak berubah . Dia lakukan semuanya karena Allah semata dan Allahlah yg akan membalas kerja kerasnya karena tidak ada yang sia-sia dari segala pengorbanannya, toh pun dengan dia mengerjakan laporan tersebut ia belajar banyak cara membuat laporan, mengetahui alur informasi perusahaan, makin bisa menganalisa kebutuhan perusahaan kedepan dan yang pasti andi akan semakin matang dengan selalu menyimpan energi positif dalam dirinya (penting !!).

     Ikhlas memang tidaklah mudah, menerima segala hasil yang kita dapat entah itu berhasil maupun belum mendapatkan hasil yang sesuai harapan, namun percayalah Allah pasti punya cara tersendiri untuk mendidik kita,  menjadi orang yang belum berhasil atau tidak dihargai hasilnya bukan berarti kita Kalah,  Karena Ikhlas itu bukan artinya menyerah namun memposisikan diri tuk menerima yg terjadi dan coba menghasilkan yang lebih baik dengan pengalaman yang sudah terjadi, dengan cara itu Allah mengajarkan kita artinya kekurangan yang perlu kita perbaik untuk hasil yang lebih baik, berapa banyak contoh orang-orang yang berhasil dengan cara yang instan namun sangatlah cepat jatuhnya dibandingkan orang-orang yang berjuang dengan proses yang keras dan menemui macam-macam cobaan hingga dia lebih matang dan lebih kuat menghadapi cobaan. Ikhlas itu kuncinya kawan menerima tanpa mencari kambing hitam dari sebuah kegagalan

         ketika orang lain tidak mau mengangkat telepon didalam ruangan, eko dengan Ikhlas mengangkat telepon tersebut, dan pada suatu ketika yang menelepon adalah pimpinan yang meminta bantuan, dari hal yang kecil itulah akhirnya eko dipercayai untuk memegang amanah tertentu. Ingatlah kawan bantuan Allah sangatlah luas tidak ada yang hina dari perkerjaan yang baik, baik itu perjaan yang kita anggap sepele, ikhlas akan bermuara pada hasil yang baik, ikhlas membantu tanpa pamrih, ikhlas mengajarkan ilmu yang kita pahami pada teman-teman kita atau Ikhlas mengerjakan hal-hal yang kecil dan dianggap orang lain tidak penting.

      Ikhlas akan mengurangi beban fikiran kita, meminimalkan prasangka negatif yang akan mengotori hati dan membebani fikiran kita, padahal dengan berprasangka negatif kita akan hidup dalam bayang-bayang kebencian, tendensius dan selalu berburuk sangka, lelah..jujur itu akan membuat kita lelah dan produktifitas yang akan kita hasilkan akan lebih menurun karena terlalu letih berprasangka negatif.

   percayalah Allah tidak tidur,  walau Hasilnya tidak sesuai yang kita harapkan Allah akan memberikan hasil yang kita butuhkan dan itu lebih penting kawan, maka mari kita belajar mengikhlaskan diri.. didalam Twitt saya pernah menulis “jika kau tak menemukan Keadilan maka cobalah menemukan Ke Ikhlasan” yakinlah ada kenikmatan Allah yang besar dari ke Ikhlasan itu.. percayalah ^_^

Dari Abu Hurairah RA, ia berkata : Rasulullah SAW pernah bersabda, “Sesungguhnya Allah tidak melihat (menilai) bentuk tubuhmu dan tidak pula menilai kebagusan wajahmu, tetapi Allah melihat (menilai) keikhlasan hatimu”. [HR. Muslim]

@Brohari

SURAT CINTA TUK MU BUNDA


Dear Bunda

ImageKetika Bunda membaca surat ini saya ingin kembali mempertegas akan rasa sayang dan cinta ku Bunda pada mu, sayang ketulusan dari seorang anak yang tak akan pernah mampu membalas segala perjuangan dan pengorbanan mu kepada Kami anak mu ini walau ku menggendong mu melintasi padang pasir yang tandus ku sadar tak akan pernah sebanding.

Taukah engkau Bunda, dimata ku begitu berkasa membesarkan anak-anak mu baik ketika Bapak Masih bersama kita dan di kala Alloh memanggil bapak tuk kembali Ke haribaannya, ketika itu aku masih kecil dan menjelang aku masuk SD kau menggantikan peran Bapak dalam mencari Nafkah pagi kau jalan sore bahkan kadang malam kau pulang melewati Panasnya ibu kota yg sinarnya serasa menyala-nyala, kau lakukan karena keadaan yang tidak memungkinkan dan pantang bagi dirimu menadahkan pertolongan dari orang lain, ku tau itu masa sulit bagi kita namun entah apa yang membuat dirimu terlalu tersenyum dihadapan kami seolah tidak ada duka ketika kau bekerja ikhlas dan ikhlas ku sadar itu yang menjadi pendorong semangat kerja mu. Ku ingat ketika kau belikan es cream hanya pada moment tertentu.. yup.. moment itu ketika proyek mu berhasil dan kampiun harus bersabar dan mengerti.  

BUNDA kau begitu sabar menghadapi kenakalan kami dari kecil, sering ku bantah perintah dan nasehat mu tidak hanya itu bahkan ku pernah ku rusak barang-barang mu. Kadang aku sering mementingkan orang lain dibandingkan mu bunda. mendiamkan mu dalam beberapa hari, namun kau selalu sabar mu tak terbatas rasa sayang mu seolah meluas selimuti hati-hati kami yang marah karena sifat kekanak-kanakan anak mu ini, kau tetap teduh walau ku tau sedih namun kembali kau tak tampakkan didepan kami.

            Taukah kau Bunda, doa mu adalah motivasi bagi kami kemudahan demi kemudahan kami dapat karena aku sadar betul didalam doa-doa mu kau sebut nama kami, kau harap keberhasilan dan kelancaran kami dalam bekerja, kau minta kesehatan tuk kami anak-anak mu, air mata…air mata pengharapan dalam doa mu itu seolah menjadi pelembut hati-hati kami agar selalu bersabar dalam hadapi cobaan hidup ini. Alloh sangatlah sayang padamu bunda karena kau begitu taat beribadah dan kau contohkan itu semua bunda agar kami pun melakukan yang sama.

            BUNDA kebahagian dirimu adalah kebahagian bagi kami, duka mu adalah duka kami juga, bahagia kami ketika berhasil meng Hajikan dirimu kepuasan kami tak terbatas kala bisa mewujudkan mimpi mu dan mimpi kami bersama anak-anak mu ini, ku ingat ketika itu sebelum kau berangkat Haji kau kumpulkan kami semua kau pamit dan memberikan amanah agar kami anak-anak mu ini saling menjaga satu sama lain dan air mata ku mengalir, dan aku sadar betul masuknya aku pada pekerjaan ku yang sekarang karena doa ditanah suci, kau tanya aku ketika kau di mekah dan kau bersujud syukur disana karena anak mu mendapat pekerjaan yang ia mimpi-mimpikan.

            BUNDA kini kau bisa berhenti dari kerjaan mu biarlah kami yang lebih berbakti pada diri mu, biarlah kami yang memenuhi kebutuhan mu. Menemani mu kedokter menjaga mu dan merawat mu dimasa tua mu, tegurlah kami bunda jika kami lalai marahilah kami jika kami salah, tetapkah menjadi tempat curahan hati kami kala penat akan rutinitas kerja kami dan tetapkah menjadi penyejuk hati-hati kami yang lelah.

            Ya ALLOH sayangilah orang tua ku sebagaimana mereka menyanyangi kami, berikan kesehatan untuknya, lindungilah dirinya dari orang-orang yang ingin menganggunya, muliakan ia ya Alloh. Amin

 

@brohari


Tak terasa Periode Kepengurusan YISC Al-Azhar jelang genap 2 (dua) tahun, hal tersebut menandakan bahwa kepemimpinan Alfin Falihian beserta stafnya akan segera berakhir, yup.. akan segera berakhir. Tanggal 16 Desember 2011 YISC Al-Azhar Insya Allah akan melaksanakan Kegiatan Akbarnya yaitu Musyawarah Lengkap (Musleng), apa itu Musleng ?… Musleng (Musyawarah Lengkap) adalah Forum Tertinggi dalam Organisasi Yisc Al-Azhar, dihadiri oleh peserta yang terdiri atas BPP (Badan Penasehat Pengurus), MDO (Majelis Dinamika Organisasi), Pengurus Harian, perwakilan staf pengurus, Perwakilan Anggota (Angkatan Dasar, Lanjutan, Lama) dan Perwakilan Alumni (yang umurnya 33 Tahun + 1 hari atau lebih).. bertanyaan selanjutnya apa saja sih yang dibahas di musleng?

Hal-Hal yang Dibahas Di Musyawarah Lengkap

1. Merumuskan Kaidah Dasar dan Kaidah Rumah Tangga YISC Al –Azhar

Setiap organisasi pasti punya aturan main dalam menjalankan roda organisasinya dan organisasi pada umumnya rambu-rambu batas organisasi, nah.. di YISC AL-Azhar aturan main dan rambu-rambu tersebut tertuang didalam Kaidah Dasar dan Kaidah Rumah Tangga (KD,KRT) yang perumusan, penyempurnaannya ataupun perbaikannya hanya bisa dilakukan ketika Musleng itu berlangsung. Pertanyaan menariknya apa isi dari KD,KRT ?. dalam KD,KRT dirumuskan pijakan dasar dalam menjalankan organisasi dari visi misi organisasi, syarat-syarat menjadi anggota YISC, Unsur-unsur Struktur Organisasi, Kepengurusan, syarat Kriteria ketua umum sampai dengan atribut organisasi.

2. Rekomendasi Kepengurusan

Didalam Musleng dirumuskan juga Rekomendasi Kepengurusan, yaitu amanah kegiatan ataupun aturan tambahan yang dibebankan kepada kepengurusan yang akan terbentuk Pasca Musleng, Karena Rekomendasi dirumuskan dalam forum tertinggi jadi ia sifatnya mengikat kepengurusan untuk menjalankannya Amanah Musleng tersebut

3. Pemilihan Ketua Umum Yisc Al-Azhar

Selain merumuskan Aturan Main (KD,KRT) dan mengusulkan Rekomendasi, Musleng juga mengagendakan Pemilihan Ketua Umum Baru untuk 2 (dua) Tahun Kedepan. Pemilihan Ketum tentunya setelah melalui proses Pendaftaran Bakal Calon Ketum yang dilakukan sebelum dilaksanakan Musleng itu sendiri, Nah syarat-syarat Menjadi Ketum jika merujuk pada KD,KRT (Pasal 12) yang terakhir adalah :

a) Telah menjalani 1 tahun aktif dalam kepengurusan Yisc Al-Azhar

b) Ketua Umum tidak diperkenankan merangkap jabatan kepengurusan organisasi di luar YISC yang sejenis dan atau berafiliasi pada partai politik tertentu

c) Memenuhi syarat menjadi pengurus yang telah diatur didalam pasal 6 ayat 2

Jika teman-teman sudah bisa memenuhi kreteria tersebut dan minat menjadi Ketua Yisc Al-azhar silakan dicoba karena siapapun berhak selama syarat dan ketentuan terpenuhi.

4. Pemilihan Majelis Dinamika Organisasi (MDO)

Bagi yang belum tau MDO sejenis apa, saya tegaskan MDO Bukan sejenis makanan apalagi makanan siap saja, bukan…itu bukan. Ibarat didalam Pemerintahan Negara Kita, MDO adalah DPR nya dia menjalankan Fungsi Kontroling Terhadap Kepengurusan, Menjaga agar tidak adanya pelanggaran Aturan Main Organisasi (merujuk Pada KD,KRT), Fungsi Pengawasan Kepengurusan, member masukan kepada kepengurusan dan mengevaluasi Kepengurusan berjalan, ketika dimusleng nanti kita akan memilih 3 (Tiga) anggota MDO Tetap (Anggota tetap MDO adalah mantan pengurus dan atau MDO YISC Al-Azhar yang dianggap mampu dan mempunyai keahlian tertentu yang dipilih dalam Musleng).

Selain hal tersebut musleng juga mengagendakan Laporan Pertanggung Jawaban (LPJ) Ketua Umum dan MDO (peserta musleng yang akan menentukan akan menerima LPJ ketum/MDO atau akan menolak). Dapat disimpulkan Musleng Kegiatan penting Khususnya untuk terbentuknya rotasi kepengurusan selanjutnya dan adanya aturan main untuk kepengurusan selanjutnya, maka manfaatkan Forum Tertinggi tersebut sebagai tempat penyaluran aspirasi anggota/angkatan ataupun usulan tuk yang lebih baik kedepannya. Mari kita sukseskan Musleng moga berjalan baik dan menghasilkan produk yang baik untuk organisasi Yisc Al-Azhar Kedepan

@BroHari


Pasti kita pernah dengar dengan tentang Kaum muhajirin dan Kaum Anshar, dua kaum yang dipertemukan Allah karena para Pengikut Nabi Muhammad SAW yang berada di Mekah (kaum Muhajirin) melakukan Hijrah tuk sementara waktu ke Madina (kaum Anshar) mereka bukan dari suku yang sama.. dengan perbedaan mereka tetap bisa menyatu dan saling menerima, Kaum anshar merupakan kaum yang menolong kaum muhajirin yang berdomisili di Madinah. Kaum Muhajirin sewaktu hijrah ke Madinah tidak membawa bekal yang cukup, apalagi memiliki rumah. Dengan pertolongan kaum Anshar, kaum Muhajirin dapat hidup dengan layak. Kaum anshar sangat menghargai dan menghormati kaum muhajirin. Kaum muhajirin yang datang dan menumpang ke keluarga anshar diterima dengan baik dan malah diberi sebagian hartanya, kaum muhajirin pun sangat menghargai keikhlasan kaum anshar.

Tidak sampai itu saja.. kita juga tidak pernah mendengar adanya permusuhan antara para ulama yg terkenal dengan mazhabnya mereka saling menghargai perbedaan pendapat diantara mereka tanpa perlu di ributkan dengan emosi tingkat tinggi hehehe..

Kawan.. Bangsa Indonesia ini pernah dalam selimut hitam yang diberi nama Penjajahan.. tapi hebatnya bangsa ini tidak berjuang dengan tujuan yang sama yaitu meraih kemerdekaan, mereka para pejuang kita membuang egoisme dan perbedaan pribadi demi tujuan yang besar yaitu KEMERDEKAAN !!

“Wahai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kalian dari seorang lelaki dan seorang perempuan serta menjadikan kalian berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kalian saling mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kalian di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa di antara kalian. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.” (Al-Hujurat: 13)

Di ayat itu mengambarkan begitu indahnya ciptaan Allah SWT .. Allah ciptakan perbedaan sebagai bentuk Fitrah tuk kita bisa saling mengenal satu sama lain, bayangkan jika Allah ciptakan warna hanya satu jenis saja.. atau Allah SWT menciptakan bunga dalam satu jenis bentuk dan satu warna saja, sungguh sangat hambarnya dunia ini.

Namun sebagian kita mungkin mengangap suatu perbedaan adalah kesalahan dan perlu disikapi dengan berlebihan.. perbedaan penetapan  tanggal  1 (satu) syawal sering kita lihat terlalu di dramatisasi oleh orang-orang yang mungkin baru sedikit mengerti seolah mengerti segalanya atau orang yang baru belajar dari satu guru tanpa coba memberi ruang pada ulama lain tuk menambah khasanah pemahaman ia.. padahal penetapan satu syawal yang dilakukan oleh Muhammadiyah maupun Nahdlatul Ulama mereka punya landasan masing-masing dan dapat dipertanggung jawabkan !!, atau masalah perbedaan dalam memahami sesuatu, itu seharusnya menjadi hal yang biasa selama itu rujukannya Al-quran dan Sunah.

secara pribadi saya tidak sepakat dengan pemahaman Liberal dan syiah dan beberapa pemahaman lain, hanya saja ketika saya berhadapan secara pribadi dengan orang tersebut saya akan memposisikan sebagai teman biasa tidak akan saja tunjuk-tunjuk wajahnya apalagi menghakimi atau mengkafir-kafirinya (karena saya tidak akan pernah mempunyai kapasitas untuk mengatakan kafir seseorang) kalau kita mampu cegahlah dengan pemikiran kita bukan kekerasan kita.. tau kah kawan secara psikologis semakin kita kerasi mereka semakin banyak yang menganggap mereka teraniaya dan semakin banyak yg akan simpatik kepadanya..kalau kita anggap mereka kurang pas maka cegahlah dengan pemikiran dan gagasan kita itu lebih menarik dan menurut saya lebih pas.

tidak hanya masalah Pemahaman.. masalah sosial sering kali menjadi permasalahan perbedaan warna kulit hingga asal daerah sering menjadi masalah dalam hidup ini.. perang antar kampung, perang antar suku dan banyak lagi.. padahal dulu para pejuang kita berjuang tidak bertanya asal daerah kita.. kita berjuang atas semangat satu yaitu mencari kemerdekaan bangsa ini lepas dari Penjajahan..

kita harus keluar dari sifat fanatik kedaerahan berfikirlah atas dasar kebersamaan dan kepentingan yang lebih besar yaitu kemajuan bangsa yang lebih baik walau dipimpin olehg rakyat papua sekalipun

so.. mari nikmati perbedaan sebagai warna,bumbu dalam hidup ini dengan banyak kita (termaksud saya tentunya) belajar tidak dari sudut pandang saja.. namun dari banyak sudut pandang karena ketika kita dibenturkan dengan sesuatu pemikiran baru kita akan lebih paham kenapa yg kita yakini itu benar dan akan selalu benar karena berlandasar inti pemahaman kita (al-quran dan sunah)

08 September 2011

BroHari

Dia ku Panggil Ibu


 

Jakarta 19 Agustus 2011 tanggal saya menulis tulisan ini.. disaat orang-orang sudah banyak terlelap dengan buayan mimpi indah.. secangkir teh hangat yg agak manis seolah menjadi menu malam ini sebelum saya pun ikut terlelap dan bersiap menyongsong hari esok.

ada yg mendorong saya untuk menulis tulisan ini.. tentang sosok orang yang berpengaruh dalam perjalanan hidup saya.. tentang yg menurut saya pantas di idolakan dan sosok tegar ketiga sosok pemimpin rumah tangga meninggalkannya untuk selama-lamanya karena takdir kehidupan yang tidak bisa dilawan.. ya.. dia adalah sosok ibu

fikiran saya melayang ketika saya masih kecil (ketika jelang masuk SD) ayah yg selama ini menjadi tumbuhan dalam mencari nafkah di panggil Allah untuk selama-lamanya, sehingga sosok yang mengantikan peran itu adalah ibu yang berkerja sekuat tenaga tuk mencari nafkah untuk ketiga anaknya.. letih pastilah.. lelah memang namun ke ikhlasan itulah yang memotivisnya tuk tetap bertahan berkerja.. sampai akhirnya kakak pertama berkerja dan ibu memutuskan untuk pensiun dan alhamdulillah kami bertiga sudah berkerja dan sudah menghaji kan ibu kami..

“Seseorang bertanya kepada Rosulullah -sholallahu ‘alaihi wasallam- : siapakah orang yang paling berhak untuk saya berbakti kepadanya? beliau menjawab : ibu kamu, kemudian ibu kamu, kemudian ibu kamu, kemudian ayah kamu.” (hadist riwayatkan oleh Imam Muslim)

Diantara alasan yang menjadikan ibu sebagai orang yang paling berhak untuk ditaati dan dibakti adalah karena kejadian durhaka kepada orang tua kebanyakan menimpa seorang ibu dari pada ayah. dan karena ibu adalah orang yang melahirkan kita, menyusui kita, mendidik kita, menjaga setiap saat kita terbangun. semua yg dilakukan itu adalah suatu ke ikhlas ketika kita sakit merekalah yang paling sibuk dan paling memikirkan kita jadi pantaskah kita menghormati dan menyanginya

“Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu- bapaknya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Kulah kembalimu.” (QS Luqman : 14)

jadi menjadi sebuah kewajaran jika rasa hormat kita pada ibu lebih tinggi dari pada ayah kita (walau bukan berarti kita tidak menghormati ayah kita). bahkan ada perumpamaan “jika kita mengendong ibu kita melintasi padang pasir yang tandus sekalipun tidak sebanding dengan pengorbanan yang ia berikan dengan kita”,  patuh padanya adalah keharusan kawan karena mereka lebih dulu hidup dan lebih berpengalaman dalam menjalani kehidupan.

banyak cerita tentang pembangkangan anak terhadap ibunya yg berbuah durhaka.. ada yg sulit disaat sakratul mautnya ada yg diberikan musibah.. bahkan cerita rakyat maling kundang mengambarkan masalah durhaka anak terhadap ibunya..

jadi pengikuti dan menghormati bukanlah suatu kemanjaan atau pantas disebut sebagai anak mama lah anak ibu dll.. tapi itu sebuah penatasan dan sebuah penghormatan terhadap orang yang pernah mengasihi kita

so.. moga rasa cinta dan sayang kita pada kedua orang tua kita khususnya ibu kita.. moga kita termaksud orang-orang yg berbakti padanya dan doa kita diterima allah tuk kedua orang tua kita

 

-BroHari-

Ramadhan dan Memori


Alhamdulillah Ramadhan kembali menyapa kita, menyapa tuk mewajibkan orang-orang muslim yang beriman tuk menjalankan Ibadah Puasa selama sebulan, tentunya kita harus berbahagia karena di bulan ini menjadi moment penting untuk memperbaiki diri agar lebih baik dari sebelumnya apalagi pada bulan Ramadhan ini Pahala di obral oleh Allah bagi hamba-hambanya yang beriman dan bersungguh-sungguh tuk beribadah

"Diriwayatkan dari Abu Said al-Khudri r.a katanya: Rasulullah s.a.w bersabda: Setiap hamba yang berpuasa di jalan Allah, Allah akan menjauhkannya dari api Neraka sejauh perjalanan tujuh puluh tahun" [Bukhari-Muslim]

Dari Abu Hurairah radhiallahu `anhu, Nabi shallallahu `alaihi
wasallam, beliau bersabda, “Barangsiapa berpuasa Ramadhan dengan penuh
keimanan dan mengharap pahala, niscaya akan diberikan ampunan
kepadanya atas dosa-dosanya yang telah lalu.”
(HR. al-Bukhari dan Muslim)

pokoknya dijamin engga rugi jika kita sungguh-sungguh menjalani ibadah Puasa yang kita lakukan didalam bulan Ramadhan ini ^_^

ah.. saya jadi ingat memori masa kecil ketika pertama kali di minta berpuasa oleh orang tua.. eh.. awalnya setengah hari.. kemudian diminta full namun yg namanya jaman bocah berteman-teman yg belum di wajibkan berpuasa oleh orang tuanya sering mengajak ngemil yg namanya lom kuat pendirian tergoda pasti.. sampe ketawan ada sisah makanan di gigi -_-*.. namun menariknya serius puasa ketika hari pertama puasa menginap di rumah nenek (Alm) Alamdullilah jadi awal puasa full selama sebulan (walau ada insiden kelepasan makan pisang dipagi hari hehehe)

nah itu masa kecil.. namun sekarang saya sangat menaruh kagum tuk mereka yang dari kecilnya sudah dibiasaan puasa malah lebih dini dibandingkan saya.. pendidikan Agama dilakukan dari dini.. jadi malu dongks kalau dah segede ini kita engga berpuasa.. alasan engga kuat basi kali.. apalagi yg beralasan kalau engga ngerokok kaga bisa -_-*

Ramadhan Bulan beramal.. dilipatkan pahala amal kita dibandingkan hari biasanya.. bulan sosial bagi kita semua berapapun kemampuan kita sumbangkanlah dalam bentuk apapun dan yakinlah diada yang sia-sia dari apa yang telah kita berikan..

Lisan.. jagalah lisan kita dari ucapan yang sia-sia jauh dari kata-kata kotor, menghina, atau kata-kata yang bisa menyinggung orang lain karena ini moment yang baik tuk memperbaiki cara kita berkomunikasi dan pelajaran penting tuk bisa menjaga ucapan kita dari yang sia-sia, dari yang tidak baik ^_^

 

 

BroHari

    

Tag Cloud

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.